Izin Cover Lagu: Satu, Dua, atau Tiga? Ini Penentunya
Jumlah izin yang kamu butuhkan bergantung pada satu hal: keluarannya audio saja, ada videonya, atau memakai rekaman orang.
30 Agustus 2026
Seri Cover Lagu · Bagian 3 dari 9. Bagian 2 menjelaskan kenapa izinnya tetap diperlukan. Bagian ini menjawab: izin yang mana, dan berapa banyak.
Izin cover lagu jumlahnya tidak selalu sama. Ada yang butuh satu, ada yang dua, dan ada yang tiga — dan yang menentukan bukan seberapa terkenal lagunya atau seberapa besar kanalmu.
Yang menentukan cuma satu pertanyaan: keluaranmu berbentuk apa?
Lapisan 1: izin sisi lagu — selalu ada
Ini lapisan dasarnya, dan ia berlaku untuk bentuk cover apa pun. Kamu membuat rekaman baru dari lagu yang sudah ada, dan itu penggandaan — dasarnya di tulisan tentang hak reproduksi lagu.
- Namanya: lisensi mekanikal.
- Dimintakan kepada: penciptanya, atau penerbit musiknya kalau ia punya.
- Berlaku walaupun: kamu tidak memonetisasi, hanya menyanyi dengan gitar, atau mengunggahnya sebagai konten biasa.
Kalau lagunya ditulis lebih dari satu orang dan masing-masing punya penerbit berbeda, izin ini perlu dari semua pemegang porsinya — keadaan yang dibahas di tulisan tentang satu lagu yang dikelola dua penerbit.
Lapisan 2: izin sinkronisasi — kalau ada videonya
Begitu cover-mu berbentuk video, lagunya ditempelkan pada gambar bergerak. Itu menyentuh lapisan kedua.
Ini yang membuat video cover berbeda dari cover audio, dan yang paling sering terlewat: musisi mengurus izin rekamannya lalu mengunggah videonya, mengira urusannya sama.
Dalam praktik, sebagian besar pemakaian di layanan video diselesaikan lewat perjanjian menyeluruh dan sistem pencocokan — bukan lewat izinmu sendiri. Akibatnya dibahas di bagian 5 seri ini.
Lapisan 3: izin master — dan kalau ini menyala, itu bukan cover
Lapisan ketiga cuma menyala kalau kamu memakai rekaman orang — minus one yang beredar, potongan lagu aslinya, atau rekaman resmi yang kamu olah.
Dan di sinilah poin yang perlu ditegaskan: pada cover yang sesungguhnya, lapisan ini tidak menyala, justru karena rekamannya kamu buat sendiri. Kalau ia menyala, yang kamu buat sebenarnya remix atau sampling — bentuk 5 dan 6 di bagian 1 seri ini.
Itu kabar baik: merekam sendiri memangkas satu izin yang paling sulit ditembus, karena pemilik rekaman tidak wajib menjawab siapa pun.
Tiga keadaan yang paling sering
| Yang kamu buat | Izin yang dibutuhkan | Berapa |
|---|---|---|
| Cover audio, rekaman sendiri | Sisi lagu | 1 |
| Video cover, rekaman sendiri | Sisi lagu + sinkronisasi | 2 |
| Menyanyi di atas minus one orang | Sisi lagu + sinkronisasi + master | 3 |
| Remix rekaman aslinya | Sisi lagu + master | 2 |
| Medley tiga lagu | Sisi lagu × 3 (+ sinkronisasi kalau video) | 3–6 |
Baris ketiga itu jebakan yang paling sering. Minus one yang kamu unduh dari internet adalah rekaman orang. Menyanyi di atasnya bukan membuat rekaman sendiri — dan itu menambah satu izin yang paling sulit.
Yang perlu ada di dalam izinnya
- Judul lagu dan penciptanya, ditulis persis.
- Bentuk keluarannya: audio saja, video, atau keduanya.
- Di mana akan beredar: layanan musik, layanan video, media sosial, atau semuanya.
- Wilayahnya dan jangka waktunya.
- Apakah dimonetisasi, dan bagaimana pembagiannya kalau iya.
- Apakah aransemennya diubah, dan sejauh apa.
Enam butir itu yang membuat sebuah izin bisa dipakai. Izin lewat pesan singkat yang cuma berbunyi “boleh” tidak menjawab satu pun dari keenamnya — dan saat dipersoalkan, tidak ada yang bisa dipegang.
Pertanyaan yang sering muncul
Kalau distributor saya bilang lisensi cover sudah termasuk?
Yang biasanya termasuk adalah lapisan pertama, untuk peredaran di layanan musik, di wilayah yang mereka jangkau. Tanyakan wilayahnya, dan apakah videonya ikut. Dibahas di bagian 7.
Apakah izin untuk audio otomatis berlaku untuk videonya?
Tidak, kecuali izinnya menyebut begitu. Ini sebabnya butir kedua di daftar atas penting ditulis.
Saya menyanyikan lagunya di panggung, bukan direkam. Butuh izin apa?
Tidak butuh lapisan mana pun dari tiga di atas, karena tidak ada salinan yang dibuat. Yang berlaku hak mengumumkan, dan yang berkewajiban penyelenggaranya.
Bagaimana kalau lagunya lagu asing?
Lapisannya sama, tapi pintunya beda: biasanya lewat perwakilan penerbit asing itu di Indonesia. Jangka waktunya lebih panjang, jadi mulai lebih awal.
Kalau saya cuma mengunggah ke akun pribadi yang dikunci?
Kalau benar-benar tidak bisa diakses publik, ia lingkup pribadi. Begitu bisa dilihat orang lain, ia tidak lagi begitu.
Ringkasnya
- Lapisan dasar selalu ada: izin sisi lagu, alias lisensi mekanikal.
- Lapisan kedua menyala kalau ada videonya: sinkronisasi.
- Lapisan ketiga menyala kalau kamu memakai rekaman orang — dan kalau menyala, itu bukan cover lagi.
- Merekam sendiri memangkas izin yang paling sulit ditembus.
- Minus one dari internet adalah rekaman orang. Jebakan paling sering.
- Izin yang tidak menyebut bentuk, tempat, wilayah, dan jangka waktu praktis tidak bisa dipakai.
Tentukan satu hal sebelum mengurus apa pun: apakah kamu akan merekam iringannya sendiri, atau memakai yang sudah ada. Jawaban itu yang menentukan apakah urusanmu satu pintu atau tiga.
Bagikan artikel ini
Ada pencipta lagu lain yang belum tahu ini. Kirimkan.
Ditulis oleh
Fikri MakmurMusic Industry Enthusiasm · Membangun Marketplace Lisensi Musik
Menulis dan merilis lagu Restu (2024) dan Terpisah (2025), lalu membangun Mamboo Engine — marketplace lisensi musik. Di sini saya menulis ide yang saya kerjakan sendiri: I am deeply interested in the music industry. I explore the music industry, studying areas like royalties, mechanical rights, performing rights, synchronization rights, and digital rights.
Semua tulisan Fikri →Lanjut membaca
Menggandakan Lagu untuk Keperluan Sendiri: Batasnya
Garisnya bukan antara untuk diri sendiri dan untuk uang. Melainkan apakah salinannya keluar dari pemakaianmu sendiri — meski cuma ke satu orang.
24 September 2026
Music 101Menarik Lagu dari Peredaran: Bisa atau Tidak?
Bergantung siapa memegang apa. Dan ada tiga tujuan yang selalu dilebur jadi satu permintaan, padahal menuntut perbuatan yang berbeda.
23 September 2026
Music 101Kerugian Tidak Punya Penerbit Musik: Apa yang Hilang
Lima hal yang benar-benar hilang — dan empat yang tidak. Batas kerugiannya penting diketahui supaya keputusanmu bukan karena takut.
23 September 2026
Komentar
0Memuat komentar…