← Journal

Lisensi Lagu untuk Game: Pasal yang Sering Terlewat

Game yang sudah diunduh tidak bisa ditarik. Itu sebabnya izin berjangka berbahaya di game, dan lima pasal ini tidak ada di lisensi film.

Fikri Makmur

18 September 2026

Seri Musik di Layar · Game, bagian 2 dari 4. Bagian 1 menerangkan kenapa game berbeda. Bagian ini soal pasal-pasal yang lahir dari perbedaan itu.

Menyusun lisensi lagu untuk game memakai contoh perjanjian film adalah kesalahan yang mahal — dan mahalnya baru terasa bertahun-tahun kemudian, saat sudah tidak bisa diperbaiki.

Sebabnya satu kalimat: game yang sudah diunduh tidak bisa ditarik. Film bisa dihentikan peredarannya. Iklan bisa diturunkan. Salinan game yang sudah ada di komputer pemain akan tetap hidup di sana — berikut musiknya.

Diagram lima pasal yang khas pada lisensi lagu untuk game beserta alasan pokoknya. Alasan pokoknya adalah bahwa game yang sudah diunduh tidak bisa ditarik: film bisa dihentikan peredarannya dan iklan bisa diturunkan, tetapi salinan game yang sudah ada di komputer pemain akan tetap hidup di sana berikut musiknya, sehingga bila izinnya habis penerbit hanya bisa menarik game dari toko sementara salinan yang beredar tidak terjangkau, dan yang tersisa adalah pemakaian yang berlanjut tanpa izin. Lima pasalnya: pertama jangka waktu, yang untuk game seharusnya abadi karena izin berjangka menciptakan keadaan yang tidak bisa diperbaiki; kedua cakupan platform, karena perjanjian yang hanya menyebut satu platform tidak menutupi port ke konsol atau versi seluler yang menyusul; ketiga pemakaian di luar permainan, yaitu trailer, album soundtrack, dan pemutaran di acara, yang masing-masing izin terpisah; keempat kelanjutan produk, yaitu konten tambahan, remaster, dan sekuel, yang sering dikira ikut tercakup padahal tidak; kelima hak siaran pemain, yaitu izin agar musiknya boleh ikut terdengar ketika pemain merekam dan menyiarkan permainannya, pasal yang paling jarang diminta padahal paling sering menimbulkan masalah. Catatan penutup menyebut bahwa sebagian penerbit menyiasatinya dengan menyediakan tombol untuk mematikan musik berlisensi khusus bagi pemain yang menyiarkan permainannya, dan bahwa keberadaan tombol itu sendiri adalah pengakuan bahwa izinnya memang tidak mencakup siaran.
Lima pasal khas game — semuanya lahir dari satu kenyataan: salinan yang sudah beredar tidak terjangkau.

Kenapa izin berjangka berbahaya di game

Bayangkan izinnya berlaku lima tahun. Di tahun keenam, penerbit hanya punya satu perbuatan yang mungkin: menarik game itu dari toko. Salinan yang sudah diunduh tetap di luar sana — dan yang tersisa adalah pemakaian yang berlanjut tanpa izin.

Karena itu untuk game, jangka waktu yang masuk akal hampir selalu abadi — berbeda dari iklan, tempat jangka pendek justru menguntungkan seperti dibahas di tulisan tentang tarif lisensi lagu untuk iklan.

Kalau pemilik lagu menolak memberi izin abadi, itu bukan akhir — tapi jadikan penolakan itu bahan pertimbangan sekarang, bukan kejutan lima tahun lagi.

Lima pasal yang tidak ada di lisensi film

PasalnyaYang sering terlewat
Jangka waktuHarus abadi — salinan yang beredar tak terjangkau
Cakupan platformPort ke konsol dan versi seluler yang menyusul
Pemakaian di luar permainanTrailer, album soundtrack, pemutaran di acara
Kelanjutan produkKonten tambahan, remaster, sekuel
Hak siaran pemainPaling jarang diminta, paling sering bermasalah

Baris kedua sering diremehkan. Perjanjian yang cuma menyebut satu platform tidak menutupi versi yang menyusul — dan versi yang menyusul itulah yang biasanya menghidupi game tersebut bertahun-tahun kemudian.

Pasal kelima: hak siaran pemain

Ini pasal yang paling jarang diminta pengembang, dan paling sering menimbulkan masalah. Isinya: izin agar musik itu boleh ikut terdengar ketika pemain merekam dan menyiarkan permainannya.

Tanpa pasal ini, izin yang kamu punya cuma untuk memasang musik di dalam game. Siaran pemain adalah pemakaian lain, oleh pihak lain, di tempat lain — dan sistem pengenal otomatis di berbagai platform tidak peduli bahwa musik itu terdengar dari sebuah game.

Sebagian penerbit menyiasatinya dengan menyediakan tombol untuk mematikan musik berlisensi khusus bagi pemain yang menyiarkan. Keberadaan tombol itu sendiri adalah pengakuan: izinnya memang tidak mencakup siaran. Akibatnya bagi pemain dibedah di bagian 4 sub-seri ini.

Tetap dua izin, sama seperti film

Untuk lagu yang sudah ada, kamu tetap butuh dua izin: sisi lagu dan sisi rekaman — pembagian yang dibedah di tulisan tentang izin memakai lagu untuk iklan dan film.

Kalau kamu merekam ulang lagunya sendiri, sisi rekaman jadi milikmu — dan di game, penghematannya berlipat karena kamu juga bebas membuat versi lain untuk keperluan lain tanpa meminta izin baru tiap kali.

Pertanyaan yang sering muncul

Kalau game saya gratis, apakah izinnya lebih murah?

Biasanya iya, tapi tetap perlu — yang menentukan bukan harga jual gamenya, melainkan pemakaian lagunya.

Apakah izin untuk versi PC berlaku untuk versi konsol?

Tidak otomatis. Sebutkan “semua platform, sekarang dan yang akan datang” sejak awal — menambahnya belakangan jauh lebih mahal.

Bagaimana dengan lagu di album soundtrack yang saya jual?

Itu penjualan rekaman, izin tersendiri — menyentuh hak yang dibahas di tulisan tentang hak reproduksi lagu.

Kalau saya memakai potongan pendek saja?

Tidak ada ambang durasi yang membebaskan. Memakai potongan rekaman orang lain dibedah di tulisan tentang sampling lagu.

Skor orisinal saya, apakah masih perlu perjanjian serinci ini?

Perlu — bedanya, lawan bicaramu komposernya sendiri, dan pasal kepemilikannya jadi yang terpenting. Dibahas di tulisan tentang musik yang dipesan.

Ringkasnya

  • Game yang sudah diunduh tidak bisa ditarik — ini dasar semua pasal lainnya.
  • Jangka waktu untuk game sebaiknya abadi, bukan berjangka.
  • Sebut semua platform, termasuk yang belum ada.
  • Trailer, album, dan acara adalah pemakaian terpisah.
  • Konten tambahan, remaster, dan sekuel tidak ikut otomatis.
  • Hak siaran pemain harus diminta — ia tidak pernah diberikan sendirinya.

Kalau kamu sedang menyiapkan perjanjian musik untuk sebuah game, periksa satu hal lebih dulu sebelum yang lain: apakah ada kalimat yang menyebut kapan izin ini berakhir. Kalau ada, dan gamemu akan dijual permanen, kamu sedang menyetujui masalah yang tanggal jatuh temponya sudah tertulis.

Bagikan artikel ini

Ada pencipta lagu lain yang belum tahu ini. Kirimkan.

Ditulis oleh

Fikri Makmur

Music Industry Enthusiasm · Membangun Marketplace Lisensi Musik

Menulis dan merilis lagu Restu (2024) dan Terpisah (2025), lalu membangun Mamboo Engine — marketplace lisensi musik. Di sini saya menulis ide yang saya kerjakan sendiri: I am deeply interested in the music industry. I explore the music industry, studying areas like royalties, mechanical rights, performing rights, synchronization rights, and digital rights.

Semua tulisan Fikri

Lanjut membaca

Komentar

0
Komentar akan langsung tampil. Yuk, jaga diskusi tetap santun. 🙂

Memuat komentar…