← Journal

Daftar Hak Cipta Lirik atau Notasi? Ini Pembedanya

Satu lagu memuat dua unsur yang bisa dicatatkan bersama atau terpisah. Pilihannya menentukan apa yang bisa kamu lakukan bertahun-tahun kemudian.

Fikri Makmur

22 September 2026

Pertanyaan apakah harus daftar hak cipta lirik atau notasi muncul tepat saat seseorang berhadapan dengan formulirnya — bukan saat membaca-baca. Dan jawabannya bukan “pilih salah satu”.

Satu lagu memuat dua unsur: liriknya, dan lagu atau notasinya. Keduanya bisa dicatatkan bersama sebagai satu karya, atau terpisah sebagai dua. Pilihannya menentukan apa yang bisa kamu lakukan bertahun-tahun kemudian.

Diagram yang membandingkan mencatatkan lirik dan notasi sebagai satu karya dengan mencatatkannya sebagai dua karya terpisah. Satu lagu memuat dua unsur, yaitu liriknya yang merupakan karya tulis, dan lagu atau notasinya yang merupakan karya musik; keduanya bisa dicatatkan bersama sebagai satu karya atau terpisah sebagai dua. Mencatatkan sebagai satu karya cocok bila satu orang menulis keduanya, atau bila beberapa orang menulis bersama dan sepakat berjalan bersama seterusnya; kelebihannya lebih sederhana dan lebih murah dalam pengurusan, sedangkan kekurangannya adalah bahwa memisahkan keduanya belakangan jauh lebih repot. Mencatatkan sebagai dua karya terpisah cocok bila penulis liriknya dan pencipta melodinya orang yang berbeda, bila keduanya punya penerbit yang berbeda, atau bila salah satunya berencana mengalihkan bagiannya sendiri; kelebihannya adalah tiap bagian bisa dialihkan dan dilisensikan sendiri, sedangkan kekurangannya adalah pengurusan yang lebih banyak. Bagian berikutnya menerangkan apa yang diserahkan untuk masing-masing unsur: untuk lirik berupa naskah teksnya, dan untuk notasi berupa notasi tertulis atau rekaman demo yang mewujudkan melodinya. Bagian terakhir memuat tiga kekeliruan yang sering terjadi: mencatatkan liriknya saja lalu mengira melodinya ikut terlindungi; mengira pencatatan yang melahirkan hak, padahal hak cipta lahir sejak karyanya diwujudkan dan pencatatan hanyalah alat bukti yang bisa dibantah; dan mencatatkan atas nama satu orang padahal ditulis beberapa orang, yang menjadikan pencatatan itu sendiri sebagai persoalan baru.
Dua unsur, dua cara mencatatkannya — dan keadaan yang menentukan mana yang cocok.

Dua unsur dalam satu lagu

  • Liriknya — karya tulis.
  • Lagu atau notasinya — karya musik.

Keduanya bisa punya pencipta yang berbeda, dan bisa berpindah tangan sendiri-sendiri. Dasar pembagiannya dibedah di tulisan tentang pembagian hak cipta lagu antara lirik dan melodi.

Satu karya, atau dua?

Dicatatkan sebagai SATUDicatatkan sebagai DUA
Cocok bilaSatu orang menulis keduanyaPenulis lirik dan pencipta melodi berbeda orang
Juga cocok bilaDitulis bersama, dan sepakat berjalan bersama seterusnyaKeduanya punya penerbit yang berbeda
KelebihannyaLebih sederhana pengurusannyaTiap bagian bisa dialihkan dan dilisensikan sendiri
KekurangannyaMemisahkannya belakangan jauh lebih repotPengurusannya lebih banyak

Kaidah sederhananya: catatkan sesuai kenyataan kepemilikannya, bukan sesuai kemudahan mengisinya. Kalau dua orang menulis dua unsur berbeda dan suatu hari bisa berjalan sendiri-sendiri, mencatatkannya sebagai satu karya menabung kerepotan.

Apa yang diserahkan untuk masing-masing

  • Untuk lirik — naskah teksnya.
  • Untuk notasi — notasi tertulis, atau rekaman demo yang mewujudkan melodinya.

Butir kedua sering melegakan pencipta yang tidak bisa membaca not: rekaman demo pun mewujudkan lagunya. Yang dibutuhkan adalah wujud yang bisa diperiksa, bukan wujud yang formal.

Tiga kekeliruan yang sering terjadi

  1. Mencatatkan liriknya saja, lalu mengira melodinya ikut terlindungi. Tidak — yang tercatat adalah apa yang kamu serahkan.
  2. Mengira pencatatan yang melahirkan hak. Hak cipta lahir sejak karyanya diwujudkan; pencatatan adalah alat bukti yang bisa dibantah. Dibedah di tulisan tentang apakah hak cipta lagu harus didaftarkan.
  3. Mencatatkan atas nama satu orang padahal ditulis beberapa orang. Pencatatannya sendiri jadi persoalan baru — bentuknya dibedah di tulisan tentang pencatutan hak cipta lagu.

Kekeliruan ketiga sering terjadi tanpa niat buruk: satu orang mengurus, dan namanya yang tertulis karena dialah yang mengisi formulir. Cegahannya satu halaman — lembar pembagian lagu yang dibuat sebelum pencatatannya.

Satu hal yang tidak tercakup keduanya

Baik pencatatan lirik maupun notasi tidak mencakup rekamannya. Rekaman adalah hal ketiga, dengan pemilik yang bisa berbeda — dibedah di tulisan tentang hak master lagu.

Jadi pencipta yang sudah mencatatkan lagunya masih perlu memastikan siapa pemilik rekamannya. Dua urusan, dua tempat.

Pertanyaan yang sering muncul

Kalau saya menulis liriknya saja, apa yang saya catatkan?

Liriknya, sebagai karya tulis — dan pastikan pencipta melodinya mencatatkan bagiannya sendiri, atau kalian mencatatkannya bersama.

Bisakah saya menambahkan unsur yang terlewat belakangan?

Bisa, dengan pencatatan tersendiri. Tapi tanggalnya jadi tanggal yang baru — dan tanggal itulah yang berharga.

Apakah aransemen ikut tercatat?

Tidak dengan sendirinya. Aransemen adalah karya tersendiri — dibedah di tulisan tentang karya derivatif lagu.

Bagaimana kalau lagunya instrumental tanpa lirik?

Cukup unsur musiknya. Tidak ada yang hilang karena tidak ada lirik untuk dicatatkan.

Apakah nama pena boleh dipakai?

Boleh — dan pastikan ia konsisten dengan nama yang kamu pakai di rilis dan di lembaga pemungut, supaya datamu tidak terpecah.

Ringkasnya

  • Satu lagu memuat dua unsur: lirik dan notasi.
  • Bisa dicatatkan bersama atau terpisah — sesuai kenyataan kepemilikannya.
  • Untuk notasi, rekaman demo pun mewujudkan lagunya.
  • Yang tercatat adalah apa yang kamu serahkan — bukan seluruh lagunya secara otomatis.
  • Pencatatan bukan sumber hak, dan tidak mencakup rekamannya.

Sebelum mengisi formulir apa pun, jawab satu pertanyaan lebih dulu: siapa saja yang menulis, dan unsur yang mana. Kalau jawabannya lebih dari satu nama, tuliskan dan tandatangani dulu porsinya — sebab formulir yang diisi tanpa jawaban itu justru membuat persoalannya tampak sudah selesai.

Bagikan artikel ini

Ada pencipta lagu lain yang belum tahu ini. Kirimkan.

Ditulis oleh

Fikri Makmur

Music Industry Enthusiasm · Membangun Marketplace Lisensi Musik

Menulis dan merilis lagu Restu (2024) dan Terpisah (2025), lalu membangun Mamboo Engine — marketplace lisensi musik. Di sini saya menulis ide yang saya kerjakan sendiri: I am deeply interested in the music industry. I explore the music industry, studying areas like royalties, mechanical rights, performing rights, synchronization rights, and digital rights.

Semua tulisan Fikri

Lanjut membaca

Komentar

0
Komentar akan langsung tampil. Yuk, jaga diskusi tetap santun. 🙂

Memuat komentar…