Hak Pencipta Lagu yang Tidak Bisa Dijual, Tiga Hal
Tiga hal tetap milikmu apa pun yang kamu tandatangani — dan satu pasal yang lazim muncul di perjanjian ternyata tidak bekerja atas ketiganya.
23 September 2026
Ada hak pencipta lagu yang tidak bisa dijual — tidak oleh perjanjian mana pun, tidak dengan harga berapa pun. Mengetahui yang mana membuat selembar perjanjian jadi jauh lebih mudah dibaca.
Karena begitu kamu tahu tiga hal ini tetap milikmu, sisanya bisa kamu timbang dengan tenang: yang dinegosiasikan cuma hak ekonominya.
Tiga yang tidak bisa dijual
- Hak untuk namamu dicantumkan sebagai pencipta. Berlaku terhadap siapa pun yang memakai lagumu — termasuk pihak yang sudah membeli hak ekonominya dengan sah. Dibedah di tulisan tentang nama pencipta lagu yang tidak dicantumkan.
- Hak menolak pengubahan yang merugikan kehormatan atau reputasimu. Artinya izin membuat versi baru tidak dengan sendirinya berarti izin membuat versi yang bagaimanapun bentuknya.
- Hak menolak namamu dipakai pada karya yang bukan buatanmu.
Yang kedua paling sering terpakai dalam praktik — misalnya pada versi remix atau aransemen ulang, seperti dibahas di tulisan tentang remix koplo lagu orang.
Yang bisa dialihkan: seluruh hak ekonominya
| Hak ekonomi | Tiga hak di atas | |
|---|---|---|
| Bisa dialihkan? | Bisa — harus tertulis | Tidak |
| Isinya | Menggandakan, mengedarkan, mengumumkan, mengadaptasi | Nama, keutuhan karya, larangan salah atribusi |
| Yang dinegosiasikan | Ini — seluruhnya | Bukan bahan negosiasi |
Cara pengalihan yang sah dan batas-batasnya dirinci di tulisan tentang cara mengalihkan hak cipta lagu.
Satu pasal lazim yang tidak bekerja
Banyak perjanjian memuat kalimat semacam: “pencipta melepaskan seluruh haknya, termasuk hak moral.”
Bagian “termasuk hak moral” itu tidak bekerja atas ketiga hal di atas selama penciptanya hidup. Pasal semacam itu bukan alasan untuk panik — tapi tetap alasan untuk bertanya kenapa ia ada di sana, dan apa lagi yang dimintakan dengan cara yang sama.
Satu pengaman berjangka
Ini bukan hak yang tidak bisa dijual, melainkan batas waktu: lagu yang dialihkan dengan cara jual putus kembali kepada penciptanya setelah 25 tahun.
Artinya perjanjian jual putus punya tanggal berakhir — sekalipun suratnya menulis “selamanya”. Ini pengaman yang jarang diingatkan pihak sebelah.
Tiga hal yang layak kamu periksa di perjanjianmu
- Adakah kalimat yang meminta pelepasan hak moral?
- Adakah kewajiban pencantuman nama yang dinyatakan tegas? Menuliskannya tidak mengubah hukumnya — tapi mengubah kemudahan menegakkannya.
- Disebutkan tidak siapa yang berhak menyetujui pengubahan karyanya?
Butir kedua yang paling murah dan paling sering diabaikan. Satu kalimat di perjanjian menghemat percakapan panjang bertahun-tahun kemudian.
Pertanyaan yang sering muncul
Kalau saya sudah menandatangani pasal pelepasan hak moral?
Bagian itu tidak dengan sendirinya mengambil ketiga hak tersebut. Tapi bicarakan — keberadaannya menandakan cara pandang pihak sebelah.
Apakah hak moral berlaku setelah saya meninggal?
Ya, dan pelaksanaannya beralih — dibedah di tulisan tentang hak moral setelah pencipta meninggal.
Bagaimana kalau lagu saya jadi milik umum?
Bebas dipakai tidak berarti bebas dari nama. Kewajiban mencantumkan nama tetap berjalan.
Apakah saya bisa mengizinkan orang mengubah lagu saya?
Bisa — memberi izin berbeda dari melepaskan hak. Kamu tetap pemilik haknya, dan kamu yang memutuskan.
Apakah ini berlaku juga untuk rekamannya?
Rekaman punya aturan sendiri dan pemilik yang bisa berbeda — dibedah di tulisan tentang hak master lagu.
Ringkasnya
- Tiga yang tidak bisa dijual: nama, keutuhan karya, larangan salah atribusi.
- Yang dinegosiasikan cuma hak ekonominya.
- Pasal “melepaskan termasuk hak moral” tidak bekerja atas ketiganya.
- Jual putus kembali setelah 25 tahun.
- Minta kewajiban pencantuman nama dinyatakan tegas di perjanjian.
Kalau ada perjanjian yang membuatmu ragu, mulai membacanya dari tempat yang paling menenangkan: tiga hal itu tetap milikmu apa pun isi suratnya. Dari titik itu, sisanya jadi soal harga dan lingkup — dua hal yang memang boleh, dan memang seharusnya, kamu tawar.
Bagikan artikel ini
Ada pencipta lagu lain yang belum tahu ini. Kirimkan.
Ditulis oleh
Fikri MakmurMusic Industry Enthusiasm · Membangun Marketplace Lisensi Musik
Menulis dan merilis lagu Restu (2024) dan Terpisah (2025), lalu membangun Mamboo Engine — marketplace lisensi musik. Di sini saya menulis ide yang saya kerjakan sendiri: I am deeply interested in the music industry. I explore the music industry, studying areas like royalties, mechanical rights, performing rights, synchronization rights, and digital rights.
Semua tulisan Fikri →Lanjut membaca
Menggandakan Lagu untuk Keperluan Sendiri: Batasnya
Garisnya bukan antara untuk diri sendiri dan untuk uang. Melainkan apakah salinannya keluar dari pemakaianmu sendiri — meski cuma ke satu orang.
24 September 2026
Music 101Menarik Lagu dari Peredaran: Bisa atau Tidak?
Bergantung siapa memegang apa. Dan ada tiga tujuan yang selalu dilebur jadi satu permintaan, padahal menuntut perbuatan yang berbeda.
23 September 2026
Music 101Kerugian Tidak Punya Penerbit Musik: Apa yang Hilang
Lima hal yang benar-benar hilang — dan empat yang tidak. Batas kerugiannya penting diketahui supaya keputusanmu bukan karena takut.
23 September 2026
Komentar
0Memuat komentar…