← Journal

Cara Mengalihkan Hak Cipta Lagu, dan Batas-batasnya

Yang bisa dialihkan cuma hak ekonominya, dan hanya secara tertulis. Ini bedanya dengan lisensi — pembeda yang paling sering dikacaukan.

Fikri Makmur

14 September 2026

Sebelum bicara cara mengalihkan hak cipta lagu, satu hal harus jelas lebih dulu: yang bisa dialihkan hanya hak ekonominya. Hak moral tetap melekat pada penciptanya selama ia hidup.

Dan ada satu pembeda yang lebih sering dikacaukan daripada apa pun di bidang ini: pengalihan bukan lisensi. Banyak pencipta mengira sudah menjual lagunya padahal cuma melisensikannya — dan sebagian lagi sebaliknya, mengira cuma memberi izin padahal sudah melepas kepemilikannya.

Diagram cara mengalihkan hak cipta lagu beserta batas-batasnya. Bagian pertama memisahkan apa yang bisa dan tidak bisa dialihkan: hak ekonomi bisa dialihkan, sedangkan hak moral tetap melekat pada pencipta selama ia hidup meskipun pelaksanaannya bisa dialihkan lewat wasiat. Bagian kedua membedakan pengalihan dari lisensi, pembeda yang paling sering dikacaukan: pada pengalihan, kamu berhenti menjadi pemiliknya, hak itu berpindah, dan kamu tidak bisa lagi memberi izin kepada siapa pun; sedangkan pada lisensi, kamu tetap pemiliknya dan hanya memberi izin memakai, sehingga kamu masih bisa memberi izin kepada pihak lain kecuali izinnya eksklusif. Yang menentukan bukan istilah yang dipakai dalam percakapan, melainkan isi surat yang ditandatangani. Bagian ketiga menyebut bentuk-bentuk pengalihan yang diakui undang-undang, yaitu pewarisan, hibah, wakaf, wasiat, perjanjian tertulis, dan sebab lain yang dibenarkan peraturan; dengan syarat mutlak bahwa pengalihan hak ekonomi harus tertulis, sehingga kesepakatan lisan tidak memindahkan apa pun. Bagian keempat memuat lima hal yang harus disebut dalam surat pengalihan: lagu mana saja disebut satu per satu dengan judulnya; hak mana yang dialihkan, seluruh hak ekonomi atau sebagian saja; untuk berapa lama, selamanya atau berjangka; untuk wilayah mana; dan imbalannya berapa serta dibayar bagaimana. Catatan penutup menerangkan bahwa lagu yang dialihkan dengan cara jual putus kembali kepada penciptanya setelah dua puluh lima tahun, dan menegaskan bahwa kalimat yang menyebut seluruh karya yang akan datang perlu dibaca paling teliti sebab ia mengikat lagu-lagu yang belum ditulis.
Apa yang bisa dialihkan, bedanya dari lisensi, bentuk yang diakui, dan lima hal yang wajib disebut.

Yang bisa dan tidak bisa dialihkan

Pengalihan bukan lisensi

PengalihanLisensi
SetelahnyaKamu berhenti jadi pemiliknyaKamu tetap pemiliknya
Kamu masih bisaTidak memberi izin kepada siapa punMemberi izin ke pihak lain, kecuali eksklusif
BentuknyaWajib tertulisSebaiknya tertulis

Yang menentukan bukan istilah yang dipakai dalam percakapan, melainkan isi surat yang ditandatangani. Kalimat “saya jual lagu ini” di pesan singkat tidak memindahkan apa pun; sebaliknya surat berjudul “Perjanjian Kerja Sama” bisa saja memuat pasal pengalihan penuh.

Perbedaan lisensi dan royalti sendiri dibedah di tulisan tentang beda royalti dan lisensi.

Bentuk pengalihan yang diakui

Undang-Undang Hak Cipta menyebut beberapa jalan: pewarisan, hibah, wakaf, wasiat, perjanjian tertulis, dan sebab lain yang dibenarkan peraturan.

Syarat mutlaknya satu: pengalihan hak ekonomi harus tertulis. Kesepakatan lisan, sebaik apa pun niatnya dan sejelas apa pun ingatan kedua belah pihak, tidak memindahkan apa pun.

Lima hal yang harus disebut dalam suratnya

  1. Lagu mana saja — disebut satu per satu dengan judulnya, bukan “semua lagu saya”.
  2. Hak mana yang dialihkan — seluruh hak ekonomi, atau sebagian saja.
  3. Untuk berapa lama — selamanya, atau berjangka.
  4. Untuk wilayah mana.
  5. Imbalannya berapa, dan dibayar bagaimana.

Butir kedua sering ditulis terlalu luas. Mengalihkan “seluruh hak ekonomi” padahal yang dibutuhkan pihak sebelah cuma hak mengedarkan adalah kerugian yang tidak perlu — dan hampir tak pernah dipersoalkan karena pencipta tidak tahu boleh menawarnya.

Dua hal yang perlu dibaca paling teliti

Kalimat yang menyebut karya yang akan datang. Perjanjian yang mengikat “seluruh karya yang akan diciptakan selama jangka waktu ini” mengikat lagu-lagu yang belum kamu tulis. Bentuknya dibedah di tulisan tentang writer-based contract.

Kalimat yang menyebut master. Pengalihan hak cipta lagu dan pengalihan master adalah dua hal berbeda — dan surat yang meminta keduanya sekaligus perlu disadari sebagai dua penyerahan, bukan satu. Dibedah di tulisan tentang hak master lagu.

Jual putus dan batas waktunya

Lagu yang dialihkan dengan cara jual putus kembali kepada penciptanya setelah 25 tahun. Ini pengaman yang jarang diketahui pencipta, dan jarang diingatkan pihak sebelah.

Artinya sebuah perjanjian jual putus yang ditandatangani hari ini punya tanggal berakhir — sekalipun suratnya menulis “selamanya”. Bentuk perjanjian penerbitan yang lain dibahas di tulisan tentang kontrak publisher musik.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah pengalihan harus di depan notaris?

Tidak diwajibkan, tapi ia menambah kekuatan pembuktian — dan untuk pengalihan bernilai besar, itu sepadan.

Bisakah pengalihan dibatalkan?

Hanya lewat kesepakatan baru, atau lewat pengadilan bila ada cacat pada perjanjiannya. Bukan lewat penyesalan.

Kalau saya mengalihkan hak ekonomi, apakah nama saya hilang dari lagunya?

Tidak. Hak namamu dicantumkan tidak ikut berpindah — itu bagian dari hak moral.

Apakah ahli waris bisa mengalihkan hak cipta yang diwarisinya?

Bisa — ia mewarisi hak ekonominya, dengan pembatasan yang sama.

Bagaimana kalau lagunya ditulis berdua?

Tiap pencipta mengalihkan porsinya sendiri. Porsinya harus jelas lebih dulu — caranya di tulisan tentang lembar pembagian lagu.

Ringkasnya

  • Yang bisa dialihkan hanya hak ekonomi; hak moral melekat.
  • Pengalihan bukan lisensi — yang menentukan isi suratnya, bukan istilahnya.
  • Pengalihan hak ekonomi wajib tertulis.
  • Sebut lagu mana, hak mana, berapa lama, wilayah mana, imbalan berapa.
  • Jual putus kembali ke pencipta setelah 25 tahun.

Kalau ada surat yang sedang menunggu tanda tanganmu, cari satu kata di dalamnya lebih dulu: “mengalihkan”. Kalau kata itu ada, yang kamu pegang bukan perjanjian kerja sama — melainkan surat perpisahan dengan lagumu, dan ia layak dibaca dengan kesabaran yang sepadan.

Bagikan artikel ini

Ada pencipta lagu lain yang belum tahu ini. Kirimkan.

Ditulis oleh

Fikri Makmur

Music Industry Enthusiasm · Membangun Marketplace Lisensi Musik

Menulis dan merilis lagu Restu (2024) dan Terpisah (2025), lalu membangun Mamboo Engine — marketplace lisensi musik. Di sini saya menulis ide yang saya kerjakan sendiri: I am deeply interested in the music industry. I explore the music industry, studying areas like royalties, mechanical rights, performing rights, synchronization rights, and digital rights.

Semua tulisan Fikri

Lanjut membaca

Komentar

0
Komentar akan langsung tampil. Yuk, jaga diskusi tetap santun. 🙂

Memuat komentar…