Song Based Contract: Kontrak Penerbitan per Lagu
Yang diikat lagunya, bukan penulisnya. Lagu yang tidak disebut tetap milikmu sepenuhnya. Ini isinya, batasnya, dan yang wajib diperiksa.
28 Agustus 2026
Seri Penerbit Musik · Bagian 6 dari 9. Bagian 5 menunjukkan bahwa kontrak lahir dari kuasa. Bagian ini dan bagian 7 membedah dua bentuk dasarnya.
Song based contract adalah perjanjian penerbitan yang lagunya jadi objek pengikat — bukan penulisnya. Judul-judul tertentu disebut di dalamnya, dan cuma judul-judul itu yang terikat.
Istilah ini dipakai di kontrak yang ditandatangani musisi Indonesia, tapi hampir tidak ada penjelasannya dalam bahasa Indonesia. Di sumber berbahasa Inggris kamu akan menemukannya dengan nama lain: individual song agreement atau single song assignment. Yang dibicarakan sama.
Apa yang masuk dan apa yang tidak
Yang masuk: lagu yang judulnya disebut dalam perjanjian. Titik.
Yang tidak masuk:
- Lagu lain yang sudah kamu tulis tapi tidak disebut.
- Lagu yang kamu tulis sesudah perjanjian ditandatangani.
- Lagu yang kamu tulis bersama orang lain di proyek berbeda.
Sifat inilah yang membuat bentuk ini paling ringan risikonya bagi pencipta. Kamu bisa mencoba satu penerbit dengan tiga lagu, melihat cara kerjanya, dan kalau tidak cocok, seluruh sisa katalogmu tidak ikut terikat.
Yang tetap perlu diperiksa
| Yang diperiksa | Kenapa |
|---|---|
| Daftar judulnya | Harus tertulis dan pasti. Kalimat “dan lagu-lagu lainnya” menghapus seluruh keunggulan bentuk ini. |
| Jangka waktu | Berapa lama lagu itu terikat, dan apakah ia kembali sendiri sesudahnya. |
| Wilayah | Indonesia saja, atau seluruh dunia. |
| Hak yang mana | Seluruh sisi ekonominya, atau sebagian saja. |
| Versi turunannya | Apakah aransemen dan versi baru lagu itu ikut terbawa. |
| Lisensi yang sudah berjalan | Apa yang terjadi pada izin yang sudah diberikan ketika kontraknya berakhir. |
Baris pertama itu yang paling sering merusak. Perjanjian yang tampak berbentuk song based tapi memuat kalimat penyapu di akhir daftarnya sebenarnya sudah berubah bentuk — ia jadi mirip bentuk yang dibahas di bagian 7.
Kapan bentuk ini cocok untukmu
- Kamu baru pertama kali bekerja dengan penerbit dan ingin melihat cara kerjanya dulu.
- Cuma sebagian lagumu yang butuh diurus — misalnya satu lagu yang tiba-tiba dipakai orang dan menimbulkan urusan.
- Kamu menulis untuk beberapa proyek berbeda dan tidak ingin semuanya jatuh ke satu tangan.
- Kamu belum yakin dengan penerbitnya, tapi ada peluang yang tidak ingin kamu lewatkan.
Kelemahannya
Bentuk ini bukan tanpa biaya, dan biayanya bukan uang:
- Penerbit biasanya kurang bersemangat. Ia mengeluarkan tenaga untuk tiga lagu, bukan untuk karier. Wajar kalau usahanya sepadan dengan itu.
- Uang muka jarang ditawarkan. Bentuk yang mengikat penulisnya biasanya yang membawa uang muka.
- Katalogmu jadi terpencar. Kalau kamu menandatangani song based dengan tiga penerbit berbeda, mengurusnya jadi pekerjaan tersendiri.
- Lagu di luar daftar tetap tidak terurus — oleh siapa pun, termasuk olehmu, kalau kamu memang tidak sempat.
Poin terakhir sering terlupa. Memilih bentuk yang sempit tidak menyelesaikan pekerjaan yang tersisa; ia cuma tidak menyerahkannya. Pintu-pintu yang mengendap kalau tidak ada yang mengurus dibahas di tulisan tentang pendapatan pencipta lagu yang sering terlewat.
Kalau lagunya ditulis berdua
Yang bisa kamu ikat cuma bagianmu. Kamu tidak bisa memasukkan porsi rekan penulismu ke dalam perjanjianmu, karena perjanjian penerbitan bersifat perseorangan — dijelaskan di bagian 5.
Akibatnya, satu lagu yang sama bisa punya dua penerbit sekaligus. Itu bukan kekacauan, itu keadaan yang normal — dan cara kerjanya dibahas di bagian 9 seri ini.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah song based berarti saya menjual lagunya?
Tidak dengan sendirinya. Yang menentukan adalah kata kerjanya: “mengalihkan” memindahkan milikmu, “memberi kuasa” tidak. Bedanya dijelaskan di tulisan tentang hak ekonomi pencipta lagu.
Bisakah saya menambah lagu ke perjanjian yang sudah berjalan?
Bisa, lewat lampiran tambahan yang menyebut judulnya. Yang perlu dihindari adalah pasal yang membuat penambahan terjadi otomatis tanpa tanda tanganmu.
Kalau kontraknya berakhir, apakah lagu saya bersih kembali?
Kewenangannya kembali, tapi lisensi yang sudah terlanjur diberikan kepada pihak ketiga biasanya tetap berjalan sampai masanya habis. Ini yang perlu kamu tanyakan di muka.
Apakah bentuk ini bisa dipakai untuk lagu yang belum jadi?
Sulit, karena objeknya harus bisa disebut. Kalau yang ingin diikat adalah karya yang belum ada, yang dipakai bentuk satunya.
Apakah saya perlu mendaftarkan lagunya dulu sebelum menandatangani?
Tidak wajib, tapi sangat membantu — daftar judul yang jadi lampiran perjanjian jauh lebih kuat kalau tiap judulnya sudah punya nomor pencatatan. Langkahnya ada di panduan mendaftarkan hak cipta lagu, dan peran penerbitnya di tulisan tentang music publishing.
Berapa bagian penerbit di bentuk ini?
Tidak ada angka baku, dan ia bisa berbeda dari bentuk satunya karena usahanya berbeda. Yang penting dipahami adalah dasar pembagiannya — dibahas di tulisan tentang pembagian royalti pencipta dan penerbit.
Ringkasnya
- Yang diikat lagunya, bukan penulisnya.
- Lagu yang tidak disebut — termasuk yang belum ditulis — tetap sepenuhnya milikmu.
- Ini bentuk dengan risiko paling ringan bagi pencipta yang baru mulai.
- Waspadai kalimat penyapu “dan lagu-lagu lainnya” — ia mengubah bentuknya diam-diam.
- Kelemahannya: penerbit kurang bersemangat, jarang ada uang muka, katalog terpencar.
- Kalau ditulis berdua, yang bisa kamu ikat cuma bagianmu.
Kalau ada perjanjian penerbitan di tanganmu sekarang, cari lampiran daftar lagunya. Kalau daftar itu tidak ada, atau ada tapi diakhiri kalimat penyapu, kamu tidak sedang memegang song based contract — apa pun judul di halaman depannya.
Bagikan artikel ini
Ada pencipta lagu lain yang belum tahu ini. Kirimkan.
Ditulis oleh
Fikri MakmurMusic Industry Enthusiasm · Membangun Marketplace Lisensi Musik
Menulis dan merilis lagu Restu (2024) dan Terpisah (2025), lalu membangun Mamboo Engine — marketplace lisensi musik. Di sini saya menulis ide yang saya kerjakan sendiri: I am deeply interested in the music industry. I explore the music industry, studying areas like royalties, mechanical rights, performing rights, synchronization rights, and digital rights.
Semua tulisan Fikri →Lanjut membaca
Cara Memilih Lisensi Lagu: Mulai dari Empat Pertanyaan
Tak perlu menghafal nama-nama lisensinya. Empat pertanyaan ini menuntunmu ke izin yang benar-benar kamu butuhkan, dan berapa banyak.
20 September 2026
Music 101Remix Koplo Lagu Orang: Tiga Izin, Bukan Satu
Pertanyaannya bukan perlu izin atau tidak, melainkan izin yang mana. Versi koplo menyentuh tiga hal terpisah, ditambah satu yang tak bisa dibeli.
20 September 2026
Music 101Merekam Konser: Boleh Tidak, dan Milik Siapa Videonya
Satu perbuatan yang menyentuh empat lapis sekaligus. Videomu bisa jadi milikmu dan tetap tidak bisa kamu pakai — ini sebabnya.
19 September 2026
Komentar
0Memuat komentar…