← Journal

Writer Based Contract: Kontrak yang Mengikat Penulisnya

Empat kata yang membedakannya: dan yang akan dia ciptakan. Lagu yang belum ada pun ikut terikat. Ini isinya, risikonya, dan yang wajib dinegosiasikan.

Fikri Makmur

28 Agustus 2026

Seri Penerbit Musik · Bagian 7 dari 9. Bagian 6 membahas bentuk yang mengikat lagunya. Bagian ini kebalikannya — dan perbedaannya menentukan bertahun-tahun ke depan.

Writer based contract adalah perjanjian penerbitan yang penulisnya jadi objek pengikat. Yang masuk bukan daftar judul, melainkan kamu — beserta seluruh karyamu, dan yang akan kamu ciptakan selama masa kontrak.

Empat kata terakhir itu yang membedakan segalanya, dan itu pula yang paling sering tidak disadari saat menandatangani. Di sumber berbahasa Inggris bentuk ini disebut exclusive songwriter agreement, lebih dikenal sebagai staff writer contract.

Diagram cermin dari song based contract. Sebuah katalog berisi delapan kartu lagu tersusun dalam dua baris, dan kali ini bingkai perjanjian melingkupi seluruhnya. Tujuh kartu adalah lagu yang sudah ada, dan kartu kedelapan digambar dengan garis putus-putus mewakili lagu yang belum ditulis; kartu itu pun berada di dalam bingkai, karena writer based contract mengikat karya yang akan diciptakan selama masa kontrak. Di bawah katalog ada batang jangka waktu yang menunjukkan bahwa setiap lagu yang lahir selama masa kontrak langsung masuk ke dalam bingkai secara otomatis tanpa tanda tangan baru, dan hanya lagu yang lahir sesudah masa kontrak habis yang berada di luar. Catatan penutup menegaskan bahwa panjang masa kontrak adalah pasal yang paling menentukan pada bentuk ini, dan bahwa uang muka bukan hadiah melainkan potongan dari royalti yang belum ada
Bingkainya melingkupi semuanya — termasuk kotak bergaris putus, yaitu lagu yang belum kamu tulis.

Yang masuk: hampir semuanya

Bandingkan dengan bagian 6, dan bedanya langsung terlihat:

Song basedWriter based
ObjeknyaLagu tertentuPenulisnya
Lagu lamaYang disebut sajaUmumnya seluruhnya
Lagu baruTidak ikutIkut otomatis, tanpa tanda tangan baru
Uang mukaJarangSering
Semangat penerbitSepadan tiga laguSepadan karier
Risiko bagi penciptaTerbatasBesar kalau masanya panjang

Baris ketiga adalah inti bentuk ini. Lagu yang kamu tulis besok pagi, lusa, dan tiga tahun lagi sudah terikat sejak hari kamu menandatangani — termasuk lagu yang kamu tulis untuk proyek lain, untuk penyanyi lain, atau untuk dirimu sendiri.

Uang muka bukan hadiah

Bentuk ini hampir selalu datang bersama uang muka, dan di situlah ia paling menarik sekaligus paling sering disalahpahami.

Uang muka adalah royalti yang dibayarkan lebih dulu, bukan bonus. Ia dipotong dari bagianmu di kemudian hari sampai lunas. Selama belum lunas, kamu tidak menerima pembayaran tambahan — sekalipun lagumu menghasilkan.

Akibatnya, banyak pencipta bingung ketika beberapa periode berlalu tanpa uang masuk padahal lagunya diputar di mana-mana. Yang terjadi bukan penipuan; yang terjadi adalah uang muka yang belum tertutup.

Tiga hal yang perlu kamu tanyakan tentangnya:

  • Dipotong dari bagian yang mana? Dari seluruh pendapatan, atau dari bagianmu saja?
  • Kalau tidak tertutup sampai kontrak habis, apakah aku berutang? Jawaban yang wajar: tidak.
  • Apakah uang muka berikutnya bisa memperpanjang masanya? Kalau iya, kontraknya bisa berjalan jauh lebih lama daripada yang tertulis di depan.

Pasal yang paling menentukan: berapa lama

Pada bentuk ini, jangka waktu bukan detail — ia satu-satunya hal yang membatasi seberapa besar bagian hidupmu yang terikat.

Yang perlu diperiksa:

  1. Berapa tahun, dan apakah ia berakhir dengan sendirinya.
  2. Apakah ada perpanjangan otomatis yang berjalan kalau kamu tidak bersuara.
  3. Apakah masanya diukur dengan syarat — misalnya baru berakhir setelah sejumlah lagu tertentu diterima. Kalau begitu, “tiga tahun” bisa jadi tujuh.
  4. Apa yang terjadi pada lagu-lagu itu sesudahnya. Apakah kewenangannya kembali, atau tetap di sana selamanya walaupun kamu sudah pergi.

Butir terakhir yang paling sering mengejutkan: pada banyak perjanjian, lagu yang lahir selama masa kontrak tetap dikelola penerbit walaupun kontraknya sudah berakhir. Yang berakhir cuma kewajiban menyerahkan lagu baru.

Pengecualian yang layak kamu minta

Bentuk ini bisa dipersempit, dan meminta penyempitan adalah hal yang wajar dalam negosiasi:

  • Karya untuk proyek tertentu dikecualikan — misalnya musik untuk teater atau iklan yang kamu kerjakan terpisah.
  • Lagu lama sebelum tanggal tertentu tidak ikut. Katalog yang kamu bangun sebelum bertemu penerbit ini tidak harus ikut masuk.
  • Lagu yang ditulis bersama orang lain cuma masuk sebatas porsimu — ini sebenarnya sudah begitu, karena kontraknya perseorangan, seperti dijelaskan di tulisan tentang cara kerja penerbit musik.
  • Hak tertentu ditahan — misalnya kamu tetap memegang keputusan atas pemakaian di iklan. Hak ekonomi memang bisa dipecah, seperti dibahas di tulisan tentang hak ekonomi pencipta lagu.

Kapan bentuk ini masuk akal

  1. Kamu menulis banyak dan terus-menerus, dan mengurusnya sendiri sudah tidak masuk akal.
  2. Kamu butuh uang muka untuk bisa berhenti mengerjakan hal lain dan menulis penuh waktu.
  3. Penerbitnya benar-benar membuka peluang, bukan cuma menyimpan katalog.
  4. Masanya wajar, dan ada jalan keluar yang jelas.

Kalau keempatnya tidak terpenuhi, bentuk di bagian 6 hampir selalu lebih baik untuk memulai.

Pertanyaan yang sering muncul

Kalau saya berhenti menulis di tengah kontrak, apa yang terjadi?

Bergantung pada apakah ada kewajiban menyerahkan sejumlah lagu. Kalau ada, masanya bisa terus berjalan sampai kewajiban itu terpenuhi.

Apakah saya masih boleh menulis untuk orang lain?

Umumnya boleh — yang terikat adalah sisi penerbitan lagunya, bukan larangan bekerja. Tapi lagu yang lahir dari pekerjaan itu ikut masuk bingkai.

Apakah bentuk ini berarti saya menjual lagu-lagu saya?

Tidak dengan sendirinya. Yang menentukan tetap kata kerjanya: mengalihkan atau memberi kuasa. Dua kata yang terlihat mirip di halaman tapi berbeda akibatnya.

Bisakah saya keluar lebih awal?

Cuma kalau ada pasalnya. Perjanjian tanpa pasal pengakhiran praktis tidak bisa ditinggalkan sepihak.

Bagaimana kalau penerbitnya dijual ke perusahaan lain?

Perjanjianmu biasanya ikut berpindah. Tanyakan di muka apakah kamu punya hak menolak — sebagian perjanjian memberikannya, sebagian tidak.

Apakah rekaman saya ikut terikat juga?

Tidak. Yang diikat bentuk ini adalah sisi lagunya. Rekamannya urusan terpisah dengan pemilik yang sering berbeda — dibedah di tulisan tentang master rekaman lagu. Gambaran umum apa yang dikerjakan penerbit ada di tulisan tentang music publishing.

Ringkasnya

  • Yang diikat penulisnya, bukan lagunya.
  • Frasa penentunya: “dan yang akan dia ciptakan” — lagu yang belum ada pun ikut.
  • Uang muka bukan hadiah; ia dipotong dari royalti yang belum ada.
  • Jangka waktu adalah pasal terpenting di bentuk ini — termasuk perpanjangan otomatis dan masa berbasis syarat.
  • Lagu yang lahir dalam masa kontrak sering tetap dikelola walau kontraknya berakhir.
  • Minta pengecualian: katalog lama, proyek tertentu, hak yang kamu tahan.

Kalau ada writer based contract di mejamu, cari satu kalimat sebelum semua yang lain: kalimat yang menjelaskan apa yang terjadi pada lagu-lagumu setelah masa kontrak berakhir. Kalau kalimat itu tidak ada, yang sedang kamu tanda tangani bukan perjanjian tiga tahun.

Bagikan artikel ini

Ada pencipta lagu lain yang belum tahu ini. Kirimkan.

Ditulis oleh

Fikri Makmur

Music Industry Enthusiasm · Membangun Marketplace Lisensi Musik

Menulis dan merilis lagu Restu (2024) dan Terpisah (2025), lalu membangun Mamboo Engine — marketplace lisensi musik. Di sini saya menulis ide yang saya kerjakan sendiri: I am deeply interested in the music industry. I explore the music industry, studying areas like royalties, mechanical rights, performing rights, synchronization rights, and digital rights.

Semua tulisan Fikri

Lanjut membaca

Komentar

0
Komentar akan langsung tampil. Yuk, jaga diskusi tetap santun. 🙂

Memuat komentar…