Fikri Makmur
Music Industry Enthusiasm · Membangun Marketplace Lisensi Musik
Menulis dan merilis lagu Restu (2024) dan Terpisah (2025), lalu membangun Mamboo Engine — marketplace lisensi musik. Di sini saya menulis ide yang saya kerjakan sendiri: I am deeply interested in the music industry. I explore the music industry, studying areas like royalties, mechanical rights, performing rights, synchronization rights, and digital rights.
Tulisan (110)
Metadata Lagu Sebelum Rilis: Penentu Royalti Sampai
Isian membosankan yang diisi terburu-buru sebelum mengirim rilisan justru yang menentukan apakah uangmu menemukanmu — dan sulit diperbaiki.
Baca →Berapa Biaya Rilis Lagu? Perbandingan Distributor Musik
Biaya rilis bukan cuma harga langganan. Ini rincian yang benar-benar keluar, dan cara memilih distributor tanpa menyesal setahun kemudian.
Baca →Cara Daftar Jadi Anggota WAMI untuk Pencipta Lagu
Tanpa terdaftar di lembaga manajemen kolektif, tidak ada pihak yang bertugas menyalurkan royalti pengumuman kepadamu. Ini syarat dan alurnya.
Baca →Cara Kerja Industri Musik: Siapa Saja yang Ambil Bagian
Cara kerja industri musik dilihat dari uangnya: enam perantara antara lagumu dan penghasilanmu, apa yang mereka kerjakan, dan berapa yang mereka ambil.
Baca →Master Rekaman Lagu: Siapa Pemiliknya dan Kenapa Penting
Master rekaman adalah rekaman jadi, dan pemiliknya biasanya yang membiayainya — bukan penciptanya. Ini bedanya dengan hak cipta, dan kenapa itu menentukan.
Baca →Apa itu Music Publishing? Peta Bisnis Penerbitan Musik
Pencipta lagu tahu cara menulis lagu, tapi jarang tahu bagaimana lagu itu menghasilkan. Ini peta lengkapnya: siapa memegang apa, lewat mana uangnya pulang, dan apa yang sebenarnya ditukar saat menandatangani kontrak publishing.
Baca →Ke Mana Royalti Lagu Anda Mengalir? Peta LMKN & WAMI
Uang royalti musik terkumpul dari kafe, radio, sampai hajatan — tapi jalurnya sampai ke pencipta lagu berlapis-lapis. Ini peta lengkapnya, dan di titik mana ia biasanya tersendat.
Baca →Daftar Hak Cipta Lagu Kini Gratis Rp0: Panduan Lengkap 2026
Sejak 1 Agustus 2026 pencatatan hak cipta lagu di DJKI tidak lagi berbiaya Rp200 ribu, melainkan Rp0. Ini yang berubah, apa yang perlu disiapkan, dan satu hal yang jarang disebut: hak terkait ikut digratiskan.
Baca →Janji yang Hilang: Menganalisis Makna di Balik Lagu 'Terpisah'
Membedah lirik dan makna di balik sebuah lagu — bagaimana janji dan perpisahan diceritakan lewat kata.
Baca →Di Bagian Timur Indonesia
Catatan perspektif tentang sisi timur Indonesia — hal yang jarang jadi sorotan utama.
Baca →Analisis Mendalam: Perilaku Netizen dan Dinamika Komentar
Mengamati pola perilaku netizen dan bagaimana kolom komentar membentuk percakapan publik.
Baca →Menjadi Programmer: Tantangan, Manfaat, dan Alasan di Balik Kode
Refleksi tentang jalan menjadi programmer — tantangan, manfaat, dan makna di balik setiap baris kode.
Baca →