Fikri Makmur
Music Industry Enthusiasm · Membangun Marketplace Lisensi Musik
Menulis dan merilis lagu Restu (2024) dan Terpisah (2025), lalu membangun Mamboo Engine — marketplace lisensi musik. Di sini saya menulis ide yang saya kerjakan sendiri: I am deeply interested in the music industry. I explore the music industry, studying areas like royalties, mechanical rights, performing rights, synchronization rights, and digital rights.
Tulisan (93)
Satu Lagu Dikelola Dua Penerbit: Kenapa Bisa Begitu
Bukan kekacauan, melainkan akibat wajar dari kontrak yang perseorangan. Tapi satu pihak yang tidak membalas cukup untuk membatalkan tawaran.
Baca →Pembagian Hak Cipta Lagu: Lirik dan Melodi Berapa Persen
Lagumu punya dua bagian yang dihitung terpisah, dan 50:50 itu kebiasaan bukan aturan. Ini cara menghitungnya saat lagunya ditulis beramai-ramai.
Baca →Writer Based Contract: Kontrak yang Mengikat Penulisnya
Empat kata yang membedakannya: dan yang akan dia ciptakan. Lagu yang belum ada pun ikut terikat. Ini isinya, risikonya, dan yang wajib dinegosiasikan.
Baca →Song Based Contract: Kontrak Penerbitan per Lagu
Yang diikat lagunya, bukan penulisnya. Lagu yang tidak disebut tetap milikmu sepenuhnya. Ini isinya, batasnya, dan yang wajib diperiksa.
Baca →Cara Kerja Penerbit Musik: Dari Kuasa sampai Bayaran
Empat tahap yang urutannya tidak boleh dibalik, dan satu sifat kontraknya yang mengejutkan banyak band: ia perseorangan, bukan kelompok.
Baca →Band Punya Penerbit Musik dan Label: Bedanya di Mana
Dua kontrak berjalan bersamaan atas karya yang sama, mengurus sisi yang berbeda. Dan di dalam band, tidak semua anggota kena keduanya.
Baca →Pendapatan Pencipta Lagu yang Sering Terlewat Begitu Saja
Sembilan sumber uang dari satu lagu. Lima di antaranya hampir selalu mengendap, dan sebabnya bukan karena ada yang mengambil.
Baca →Kapan Pencipta Lagu Butuh Penerbit Musik? Ini Tandanya
Tidak semua pencipta lagu perlu penerbit sekarang. Ini tanda kamu belum perlu, tanda kamu sudah lewat ambangnya, dan cara memeriksanya.
Baca →Alur Lagu dari Pencipta sampai Royalti: Siapa Pegang Apa
Empat pihak, dua arus yang berlawanan arah. Hak berjalan ke satu arah dan uang pulang lewat jalur yang sama. Ini peta kedudukannya.
Baca →Hak Ekonomi, Hak Moral, dan Public Domain: Apa Bedanya
Dua hak dan satu kondisi menempel pada tiap lagu. Yang satu berhenti, yang satu berjalan terus, yang ketiga baru mulai. Ini garis waktunya.
Baca →Cara Cek Lagu Public Domain atau Masih Berhak Cipta
Lima langkah memastikan sebuah lagu benar-benar bebas dipakai, dan satu jebakan yang membuat banyak orang tetap ditagih walaupun sudah memeriksa.
Baca →Nama Pencipta Lagu Tidak Dicantumkan? Ini Hak Moralmu
Hak ekonomimu bisa berpindah lewat tanda tangan. Hakmu untuk selalu disebut sebagai penciptanya tidak bisa, dan tidak pernah kedaluwarsa.
Baca →