← Journal

Royalti Lagu Ciptaan Berdua Saat Salah Satunya Menyanyi

Kasus yang paling sering terjadi, dan paling sering bikin curiga: satu orang menerima dari dua tempat, satu lagi dari satu. Ini hitungannya.

Fikri Makmur

21 Agustus 2026

Seri LMK · Bagian 6 dari 6, penutup. Bagian 4 menghitung saat penciptanya juga penyanyinya, bagian 5 saat lagunya dinyanyikan orang lain. Bagian ini menggabungkan keduanya.

Royalti lagu ciptaan berdua jadi rumit ketika salah satu penulisnya juga yang menyanyikannya. Yang terjadi: satu orang menerima dari dua tempat, satu lagi cuma dari satu — dan selisihnya sering disalahartikan sebagai ketidakadilan.

Padahal ia bukan. Halaman ini menunjukkan hitungannya dengan angka, lalu menjelaskan satu hal yang paling sering keliru dipahami di antara rekan penulis lagu.

Alur campuran, sebagian mengumpul dan sebagian memencar. Bermula dari satu kafe yang memutar rekaman lagu berjudul Kota yang Tidak Tidur. Dari situ jalurnya membelah dua. Jalur kiri adalah hak cipta atas lagunya, dipungut LMK Hak Cipta, lalu membelah lagi jadi dua: Rangga sebagai penulis notasi menerima setengah, dan Tiara sebagai penulis lirik menerima setengah. Jalur kanan adalah hak terkait atas rekamannya, dipungut LMK Hak Terkait, lalu membelah jadi dua juga: Rangga sebagai pelaku pertunjukan karena ia yang menyanyikannya, dan label Arus Timur sebagai produser fonogram karena ia yang membiayai rekamannya. Hasilnya Rangga muncul di dua tempat sekaligus sehingga menerima dari dua jalur, sedangkan Tiara hanya dari satu jalur. Dengan angka contoh, sisi hak cipta dua juta rupiah dibagi dua menjadi satu juta untuk masing-masing penulis, dan sisi hak terkait dua juta rupiah dibagi antara Rangga dan Arus Timur. Catatan penting menegaskan bahwa selisih itu bukan ketidakadilan melainkan akibat jumlah kedudukan yang dipegang, dan bahwa kalau Tiara tidak terdaftar maka bagiannya mengendap tanpa mengalir kepada Rangga
Sebagian mengumpul, sebagian memencar. Rangga muncul di dua kotak — itu satu-satunya sebab bagiannya lebih besar.

Kasusnya

Rangga menulis notasinya dan menyanyikan lagunya. Tiara menulis liriknya, dan tidak ikut menyanyi. Rekamannya dibiayai sebuah label bernama Arus Timur. Judulnya Kota yang Tidak Tidur.

Sebuah kafe memutar rekaman itu. Dari satu peristiwa itu, tiga pihak berhak — tapi tidak dengan jumlah kedudukan yang sama.

Rangga, Tiara, dan Arus Timur adalah contoh rekaan. Angka di bawah dipakai untuk menunjukkan alurnya, bukan sebagai tarif.

Jalur hak cipta: dibelah antara dua penulis

Sisi hak cipta lahir dari lagunya, dan lagu itu ditulis berdua. Ia dibelah menurut porsi yang mereka sepakati — umumnya 50 untuk notasi dan 50 untuk lirik, seperti dibahas di tulisan tentang pembagian hak cipta lagu lirik dan melodi.

Andaikan sisi hak cipta untuk lagu ini Rp2.000.000 setahun:

  • Rangga sebagai penulis notasi: Rp1.000.000
  • Tiara sebagai penulis lirik: Rp1.000.000

Perhatikan bahwa di jalur ini keduanya setara. Kenyataan bahwa Rangga juga yang menyanyi tidak menambah bagiannya di sini sedikit pun.

Jalur hak terkait: Rangga muncul lagi

Sisi hak terkait lahir dari rekamannya, bukan dari lagunya. Yang berhak di sini adalah mereka yang terlibat pada rekaman itu:

  • Rangga sebagai pelaku pertunjukan, karena suaranya ada di dalam rekaman.
  • Arus Timur sebagai produser fonogram, karena rekamannya ada berkat pembiayaannya.

Tiara tidak ada di jalur ini sama sekali. Ia menulis liriknya, tapi tidak tampil pada rekamannya — dan hak terkait melekat pada rekaman, bukan pada lagu. Pemisahan kedua sisi ini dibedah di bagian 3 seri ini.

Andaikan sisi hak terkait juga Rp2.000.000, dibagi antara Rangga dan Arus Timur menurut ketentuan yang berlaku.

Hasil akhirnya

SiapaKedudukannyaBerapa jalurContoh angkanya
RanggaPenulis notasi + pelaku pertunjukanDuaRp1.000.000 + bagian hak terkait
TiaraPenulis lirikSatuRp1.000.000
Arus TimurProduser fonogramSatubagian hak terkait

Inilah yang perlu dipahami bersama sebelum uangnya datang: bagian Rangga lebih besar bukan karena ia dinilai lebih berjasa, melainkan karena ia memegang dua kedudukan. Kalau Tiara juga ikut menyanyi di rekaman itu, ia pun akan muncul di dua tempat.

Salah paham yang paling merusak hubungan

Ketika Tiara melihat bagiannya lebih kecil, kesimpulan yang paling mudah diambil adalah bahwa Rangga mengambil bagiannya. Itu tidak benar, dan kebalikannya juga tidak benar.

Kalau Tiara tidak terdaftar, bagiannya tidak mengalir ke Rangga. Ia mengendap. Tidak ada satu pun mekanisme yang memindahkan bagian pencipta yang tidak terdaftar kepada rekan penulisnya.

Artinya kelalaian salah satu penulis tidak menguntungkan siapa pun — ia cuma membuat uangnya tertahan. Dan karena sistem pembagian menahan klaim yang jumlahnya tidak genap, kelalaian Tiara bahkan bisa ikut menahan bagian Rangga di jalur hak cipta.

Sebab-sebab uang mengendap dibahas lebih lengkap di tulisan tentang pendapatan pencipta lagu yang sering terlewat, dan alur uangnya sejak dipungut sampai dibagikan di tulisan tentang ke mana royalti lagu mengalir.

Yang perlu kalian sepakati berdua

  1. Porsi notasi dan lirik, tertulis, di hari lagunya selesai.
  2. Masing-masing terdaftar sebagai pencipta — bukan salah satu mewakili yang lain.
  3. Ejaan nama sama di pendaftaran karya, data rilisan, dan akun lembaga pemungut — langkah pencatatannya di panduan mendaftarkan hak cipta lagu.
  4. Yang menyanyi juga terdaftar sebagai pelaku pertunjukan, karena itu jalur yang berbeda.
  5. Sepakati siapa menjawab tawaran yang masuk, dan dalam berapa hari.

Butir kedua sering dilanggar dengan niat baik: satu orang mengurus pendaftaran untuk berdua, lalu cuma namanya yang masuk. Akibatnya persis kebalikan dari yang dimaksud.

Pertanyaan yang sering muncul

Kalau saya cuma menulis lirik, apakah saya berhak atas royalti pemutaran?

Berhak, penuh, atas porsimu di sisi hak cipta. Yang tidak kamu punya adalah kedudukan di sisi hak terkait — dan itu memang bukan wilayahmu.

Apakah penyanyi yang juga penulis boleh mengambil bagian lebih besar di sisi lagu?

Tidak dengan sendirinya. Sisi lagu dibagi menurut porsi penulisan, bukan menurut siapa yang menyanyikannya.

Bagaimana kalau kami berdua sama-sama menyanyi di rekaman itu?

Kalian berdua jadi pelaku pertunjukan, dan keduanya muncul di dua jalur. Bentuk alurnya kembali mendekati bagian 4 seri ini.

Rekan penulis saya tidak mau mengurus pendaftaran. Apa yang bisa saya lakukan?

Daftarkan bagianmu sendiri dengan porsi yang benar, dan simpan bukti bahwa kamu sudah memintanya. Yang tidak boleh kamu lakukan adalah mendaftarkan lagunya seolah kamu penulis tunggal.

Kalau lagunya di-cover penyanyi lain, siapa yang dapat?

Rangga dan Tiara, dari sisi lagu, menurut porsi mereka. Rekaman baru itu melahirkan pemilik hak terkait yang baru pula — keadaan yang dibahas di bagian 5 seri ini.

Ringkasnya

  • Sisi hak cipta dibelah antar-penulis; menyanyi tidak menambah bagian di sini.
  • Sisi hak terkait cuma untuk yang tampil dan yang membiayai rekamannya.
  • Bagian yang lebih besar datang dari jumlah kedudukan, bukan dari penilaian jasa.
  • Bagian yang tidak terdaftar mengendap — ia tidak mengalir ke rekan penulismu.
  • Porsi yang tidak genap bisa ikut menahan bagian yang lain.
  • Yang menyanyi perlu terdaftar di dua tempat, bukan satu.

Seri LMK berakhir di sini. Kalau kamu menulis lagu bersama orang lain, kerjakan satu hal ini sebelum lagunya beredar: duduk berdua selama sepuluh menit, tulis porsi masing-masing, dan pastikan kalian berdua terdaftar dengan nama yang dieja sama. Sepuluh menit itu yang menentukan apakah enam bagian seri ini berlaku untukmu atau cuma jadi bacaan.

Bagikan artikel ini

Ada pencipta lagu lain yang belum tahu ini. Kirimkan.

Ditulis oleh

Fikri Makmur

Music Industry Enthusiasm · Membangun Marketplace Lisensi Musik

Menulis dan merilis lagu Restu (2024) dan Terpisah (2025), lalu membangun Mamboo Engine — marketplace lisensi musik. Di sini saya menulis ide yang saya kerjakan sendiri: I am deeply interested in the music industry. I explore the music industry, studying areas like royalties, mechanical rights, performing rights, synchronization rights, and digital rights.

Semua tulisan Fikri

Lanjut membaca

Komentar

0
Komentar akan langsung tampil. Yuk, jaga diskusi tetap santun. 🙂

Memuat komentar…